Intermezzo Property

Bingung Memilih Tukang Harian atau Borongan? Simak Perbedaannya Ini!

Sebelum menggunakan jasa tukang bangunan, Anda perlu tahu bahwa ada dua tipe tukang bangunan, yaitu harian dan borongan. Walau ujungnya sama-sama membantu Anda mendirikan bangunan, namun dalam beberapa hal khususnya di bagian pembayaran, kedua tipe ini sangat berbeda. Agar Anda tak semakin bingung memilihnya, simak dulu perbedaan keduanya berikut ini.

1.   Tukang Bangunan Harian

Sesuai namanya, jasa tukang harian dibayar berdasarkan lama hari kerjanya. Umumnya, tukang bangunan harian merupakan tukang yang memiliki keahlian tertentu, misalnya dalam memasang keramik, kerangka bangunan, dan sebagainya. Makanya, waktu bekerja tukang bangunan harian ini pun tak begitu lama dan upah yang dibayarkan tak akan begitu membengkak.

Tukang bangunan harian dikenal dengan hasil kerjanya yang rapi, karena tak dikejar waktu untuk menyelesaikan kerjanya dalam beberapa hari. Namun, kekurangannya adalah ada kemungkinan tukang malas-malasan bekerja, untuk dipekerjakan lebih lama. Jika sudah begini, tak hanya uang Anda yang terkuras untuk membayar jasanya, bangunan Anda pun butuh waktu lebih lama selesainya.

Bagusnya jika Anda memilih tukang harian, Anda bisa tak memakai jasanya lagi jika hasil kerjanya tak sesuai dengan keinginan Anda. Tak akan ada tuntutan apapun, karena memang si tukang bangunan hanya digunakan jasanya per hari saja. Jadi, kemungkinan Anda kecewa dengan hasil bangunan yang dibangun oleh tukang kerja harian tersebut bisa diminimalisir.

2.   Tukang Bangunan Borongan

Berbeda dengan jasa tukang bangunan harian, tukang bangunan borongan mewajibkan Anda menggunakan jasanya hingga bangunan selesai. Lama atau cepatnya waktu pengerjaan bangunan, tak akan mengurangi atau menambah upahnya. Anda pun tak bisa menghentikan kerjasama dengan tukang borongan, karena tentu saja akan dianggap sebagai pelanggaran kontrak kerja.

Jika menggunakan jasa tukang borongan, Anda hanya perlu berhubungan dengan mandornya saja. Sang mandor yang nantinya akan mengumpulkan para pekerja. Anda bisa memilih untuk membeli sendiri bahan bangunan atau menyerahkan sepenuhnya pembelian material bangunan pada mandor. Anda bisa berdiskusi dengan si mandor terkait dengan material dan bujet yang dibutuhkan.

Mengenai upah yang dibayarkan pada tukang borongan umumnya lebih rendah dibandingkan dengan tukang harian. Walau masa kerjanya lama, tak akan ada penambahan upah yang telah disepakati. Makanya, banyak yang mengatakan bahwa kerja tukang borongan tak begitu maksimal, karena mereka tergesa-gesa menyelesaikan bangunan secepat mungkin.

Bagusnya Pilih Tukang Bangunan Harian atau Borongan?

Memilih antara tukang bangunan harian atau borongan sebenarnya bisa dilakukan dengan mudah dan tak memakan waktu lama. Tergantung dari bangunan yang akan dibangun, jika hanya renovasi kecil-kecilan, pakailah jasa tukang harian. Namun, jika Anda membangun bangunan atau rumah dari awal, maka tentu saja akan lebih baik jika Anda gunakan jasa tukang borongan.

Hal yang paling penting adalah Anda sebisa mungkin terjun mengawasi kerja tukang bangunan ini. Walau misalnya sudah ada mandor yang mengawasi kerja tukang borongan, tak ada salahnya Anda melihat kualitas serta progres kerjanya. Anda pun bisa terhindar dari risiko tukang harian yang bekerja malas-malasan. Dengan begini, pembangunan pun bisa berjalan dengan optimal.

Itulah tadi pemaparan singkat mengenai tukang bangunan harian dan borongan. Kedua jasa tukang bangunan ini cukup berbeda, baik dari segi penghitungan upah serta durasi kerjanya. Maka dari itu, pertimbangkan sebaik mungkin jasa tukang bangunan mana yang akan Anda gunakan. Jangan lupa juga, pilihlah jasa tukang yang berkualitas, agar pembangunan sesuai dengan harapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *