Intermezzo Motivasi

4 Cara Merubah Perilaku Negatif Menjadi Motivasi

Kesuksesan tidak sanggup diraih dengan mudah. Perlu banyak pengorbanan untuk mencapainya. Bukan sekedar pengorbanan waktu, tapi bisa juga pengorbanan uang atau bahkan tenaga.

Setiap harapan untuk sukses pasti mempunyai motivasi. Tetapi motivasi itu tidak selalu ada dalam diri. Cukup ambil satu pola ihwal masa kemudian yang menciptakan kau termotivasi, itu saja bergotong-royong sudah cukup. Tetapi ada beberapa orang tidak bisa memanfaatkan hal-hal negatif mereka untuk dipakai sebagai motivasi dalam hidup.

Hal yang negatif bergotong-royong bisa dijadikan motivasi seseorang untuk menjadi lebih baik. Dalam pembahasan ini saya akan mengulas 4 cara menciptakan hal yang negatif menjadi motivasi diri.

1. Ubah rasa murka menjadi energi

Pernahkah kau murka dan rasanya ingin sekali meninju dinding? Tenang kawan, itu bukanlah pandangan gres yang baik. Hal itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri dan tidak ada untungnya kau melaksanakan hal itu.

Karena rasa murka memang sulit untuk di tahan, salurkanlah rasa marahmu dengan fokus terhadap suatu hal yang pentng dalam hidupmu.

Bila kau murka ketika dihina alasannya kebodohanmu, ketidakmampuanmu atau bahkan kemiskinanmu. Itulah ketika yang sempurna dimana kau bisa menyalurkan rasa marahmu menjadi energi penyemangat yang membara untuk menerangkan suatu ketika nanti kau akan menjadi orang yang lebih baik dari mereka.

2. Ingat masa lalu

Tidak semua orang bisa hidup dengan nyaman dan layak, terutama ketika kita masih belum cukup usia bekerja keras mencari nafkah demi kebutuhan keluarga.

Mungkin dulu ketika di sekolah kau di jauhi sobat alasannya penampilanmu yang tidak sebagus teman-teman yang lain.

Karena setiap orang niscaya mempunyai kenangan masa kemudian yang berbeda, setiap kenangan pahit di masa kemudian pun tak pernah gampang dilupakan. Sikap terbaik ketika ini ialah dengan mencoba. Mencoba mengetahui sebatas mana kemampuan kita untuk menjadi orang yang lebih baik hari ini dan akan lebih baik di hari esok. Hal ini menciptakan kau akan tetap memegang kendali atas hidupmu sendiri.

Apa yang kau inginkan ketika teman-teman sekolahmu dulu sudah mendahului untuk mendapat hidup yang lebih baik, akan kau dapatkan sekarang. Dan optimis menjadi seseorang yang sukses bahkan bisa melebihi kehidupan teman-temanmu yang dulu.

Ketika keputusasaan melanda, ingatlah betapa senangnya orang-orang yang mengejekmu dulu melihat kau kini gagal dan tak bisa bangkit. Buktikan bahwa masa kemudian menjadi pelajaran berharga sehingga kau bisa berdiri dengan besar hati kini dan seterusnya.

3. Mendapatkan kesalahan dalam hidup dan menjadikannya pelajaran

Perubahan tidak semudah membalikkan tangan. Begitu pula dengan kebiasaan jelek yang sulit untuk dirubah. Ketika mengerti bahwa itu tidak baik untuk kita, baiknya kita sadar.

Seringkali insiden yang mendalam yang begitu besar lengan berkuasa menyentuh hati kita sanggup merubah diri kita untuk memperbaiki diri menjadi orang yang lebih baik.

Makara ketika kesalahan sedang kau lakukan, segeralah sadar dan pelajari mengapa tiu bisa terjadi dan untuk selanjutnya ialah perjuangan untuk memperbaikinya.

4. Mengkhawatirkan tantangan

Setiap orang mempunyai rasa khawatir, tak terkecuali khawatir terhadap tantangan. Terkadang orang tak mau bertindak alasannya udah membayangan tantangan yang akan dihadapi. Padahal sebelum mencoba baiknya kita tak perlu khawatir. Karena ke khawatiran hanya akan menciptakan langkah maju kita berganti menjadi membisu di tempat.

Kekhawatiran memang masuk akal pada setiap manusia, tetapi jangan hingga kita terlalu menjaga kekhawatiran itu.

Lawan rasa khawatir, rasa takut, rasa aib serta semua rasa yang sanggup mengganjal langkah baikmu. Tambahkan akad dalam hatimu alasannya semua tindakan dan pekerjaan takkan semudah ketika kau membayangkannya.

Ketika kau ingin melaksanakan perubahan, maka rasa optimis harus kau bangun dan bicaralah pada dirimu sendiri bahwa kau ialah orang yang bisa melakukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *